Sunday, 10 May 2020

15) MASJID I SATU-SATUNYA YANG MEMBANTU NABI MUHAMMAD ﷺ


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum

Pada tanggal 25 Februari, Muhammad Qasim melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi ini Rasulullah
keluar dari rumahnya setelah mengambil wudhu untuk shalat. Dia sudah tua dan membutuhkan tongkat untuk berjalan.

Dia bertanya, “apakah ada orang yang bisa membantu aku ke masjid?” tapi tidak ada yang menanggapi. Dan semua orang tetap terjebak dalam pekerjaan mereka sendiri. Dia menjadi sangat kesal dan mulai berjalan menuju masjid terdekat. Saat dia sampai di Masjid tidak ada yang menunggunya. Dan shalat itu sudah selesai.

Dia menjadi semakin kesal dan depresi karena tidak ada yang menunggunya. Dia mulai berjalan menuju rumahnya dan sekali lagi tidak ada yang menawarkan bantuan.

Aku baru saja selesai mengerjakan pekerjaan yang sulit. Dan bertemu Nabi Muhammad di dekat rumahnya. Dia berkata, “Qasim kamu datang kepadaku saat shalat sudah selesai. Apa gunanya sekarang tidak ada yang mendengarkan aku atau membawa aku ke masjid.”

Aku bilang, “jangan khawatir ada masjid besar jauh di depan dimana shalat belum dimulai, bagaimana kalau aku mengantarmu ke sana?”

Dia berkata dengan nada sedih, “Qasim, kamu tidak bisa membawa aku ke masjid yang dekat, bagaimana kamu akan membawa aku ke masjid yang lebih jauh dan dapat shalat tepat waktu.”

“Anda juga tidak punya mobil jadi tinggalkan saja aku, Qasim. Aku akan shalat di rumah saja.” Aku berkata kepadanya “jangan khawatir, aku akan sampai di sana lebih awal. Kalau begitu aku akan membawa kamu ke masjid tepat waktu. Dan Allah beserta kita jadi aku akan membawamu ke masjid dengan bantuan Allah.”

Maka dia berkata, “ayo kita cepat dan pergi ke Masjid.” Kemudian aku menjadi khawatir. Aku bahkan tidak tahu jalan dan aku juga tidak punya mobil. Sekarang hanya Allah yang bisa menolongku. Maka Allah berfirman di telinga kananku “Qasim angkat Muhammad dan berlarilah. Aku akan mengantarmu ke masjid.” Maka aku mengangkat Muhammad di pelukanku dan berlari. Aku mulai berlari di udara dengan rahmat Allah.

Dia sangat senang saat melihat sebuah masjid besar di depan kami. Dia bahkan berkata tentangku, “ini adalah anakku yang membawaku ke masjid dengan bantuan Allah”.

Orang-orang berdiri untuk shalat saat kami masuk dan Muhammad mengimami shalat. Sedangkan aku tidak masuk masjid karena aku belum berwudhu. Kukatakan pada diriku sendiri bahwa andai saja aku memiliki wudhu maka aku akan dapat shalat dengan mereka. Masjid itu sangat besar. Jadi waktu aku selesai melakukan wudhu, shalatnya pasti sudah selesai. Dan jika aku berwudhu sebelum datang ke sini pastilah Muhammad akan melewatkan shalatnya. Yang terpenting adalah Muhammad sampai ke masjid tepat waktu dengan bantuan Allah. Aku bersyukur kepada Allah mulai melihat Muhammad shalat.

MUHAMMAD QASIM DAN PANGLIMA MILITER

02/04/2019 بسم اللہ الرحمن الرحیم السلام علیکم ورحمتہ اللہ وبرکاتہ Dalam mimpi ini Muhammad Qasim melihat bahwa; Aku sedang memberikan...